Pentas Monolog Butet Kartaredjasa

Pentas Monolog Butet Kartaredjasa

‘KUCING’

Karya : Putu Wijaya

Dinaskah monologkan : Agus Noor

Graha Bhakti Budaya, 30 – 31 Oktober, pkl. 20.00 wib

HTM : Rp. 150.000,-    Rp. 100.000,-   & Rp. 50.000,-    

Kisah Kucing adalah kisah sederhana tentang lelaki sederhana yang suatu hari karena kesal, memukul kucing milik tetangganya. Ia merasa tak bersalah memukul kucing itu, karena kucing itu memang mencuri dan memakan lauk-paik miliknya. Ia mengira persoalan itu tak berkepanjangan. Tetapi, ternyata, ia menjadi kerepotan setelahnya. Pak RT mendatanginya, karena ia mendapat komplain dari si pemilik kucing itu, agar minta ganti ongkos perawatan kucing yang menjadi pincang.

Persoalan kucing itu menjadi persoalan yang kemudian cukup merepotkan bagi si tokoh dalam kisah ini. Ternyata soal kucing juga mempengaruhi hubungannya dengan sang istri, juga dengan anak-anaknya. Ia juga semakin merasa terpojok, dan merasa diperas, karena ongkos perawatan kucing yang luka itu bertambah besar. Seperti ada ‘konspirasi’ yang semakin hari semakin memojokkannya. Barangkali ini hanya perasaannya saja, tetapi persoalan kucing itu memang benar-benar mengganggu kehidupan si tokoh.

Begitulah, persoalan kucing seperti membuka semua watak para tokoh dalam lakon ini. Dengan alurnya yang lincah dan khas, Putu Wijaya berhasil membangun alur yang menarik, sekaligus bisa membicarakan soal hakikat kemanusiaan dan seluruh persoalannya. Sebuah kisah yang kelihatannya remeh dan sederhana, tetapi langsung ke hakekat dan maknanya.      

 

 

   Cat stories is a simple story about a simple man who one day in exasperation, hitting his neighbor’s cat. He felt guilty about hitting the cat., because the cat was stealing and eating his food. He thought the problem was not prolonged. However, it turns out, he became a hassle after that. ‘Bapak RT’ come, because he got a complaint from the owner of the cat. Asking compensation for the cost of cat care that become lame.

 

The cat problem then it becomes quite inconvenient for the characters in this story. Apparently about cats also influence the relationship with his wife, also with his children. He is also increasingly felt cornered and feels blackmailed, because the cat wound care costs were growing larger. As there is conspiracy that are increasingly cornering. Perhaps this is only feelings, but the cat problem really disrupt the life of the character.

 

The cat problem like opening all the character of the characters in this play. With lively and unique plot, Putu Wijaya’s managed to build and interesting plot, at once could talk about the nature of humanity and the whole point. A story that seems trivial and simple, but straight to the essence and meaning.

  

 

Simak

Baca secara fonetik

 

Kamus – Lihat kamus yang lebih detail

AKTOR : Butet Kartaredjasa  SUTRADARA : Whani Darmawan  PERANCANG SUARA & MUSIK : Djaduk Ferianto

PENATA ARTISTIK : Feri Ludyanto  PENATA CAHAYA : Clink Sugiarto  PENATA SUARA : Anton Gendel

PENATA BUSANA & RIAS : Rulyani Isfihana  PIMPINAN PRODUKSI : Giras Basuwondo 

PELAKSANA PRODUKSI : Nur Zulita   PENGELOLA PANGGUNG : Rendra Bagus Pamungkas 

SUPERVISI ARTISTIK : Ong Harry Wahyu PERANCANG GRAFIS : Iwan Effendi & Gamaliel W. Budiharga

 

Acara ini terselenggara atas kerjasama antara PKJ – TIM dan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja

About these ads

Tentang editormyjkt

ya gitu deh

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: