Iklan

Mengunjungi Museum di Jakarta

Bisa dilakukan dengan berbagai cara:

1. Virtual

2. Datang langsung

3. atau lewat mal.

Museum merupakan sarana pengetahuan sekaligus tempat untuk melestarikan benda-benda bersejarah.

Untuk menikmati semua itu, tidak ada cara lain selain mengunjungi museum secara langsung. Tetapi hal itu terkadang memerlukan banyak waktu, apalagi untuk mengelilingi museum yang sangat besar. Belum lagi jarak yang harus Anda tempuh untuk mencapai museum itu dari tempat tinggal Anda. Tentu akan sangat merepotkan, apalagi bagi Anda yang super sibuk.

Nah, jika Anda tertarik mengunjungi Museum Nasional Indonesia di Jakarta, sambangi saja Google Art Project – situs yang melibatkan 151 institusi keudayaan dari 40 negara, serta memiliki lebih dari 30.000 gambar tempat seni bersejarah di seluruh dunia. Berkolaborasi dengan Museum Nasional Indonesia, Google Art Project telah mengembangkan aplikasi yang memungkinkan Anda menikmati benda-benda bersejarah dan karya-karya seni Indonesia di Museum Nasional Indonesia. Dengan begitu, Anda yang tak punya banyak waktu dapat tetap ‘mengunjungi’ museum tersebut di mana pun dan kapan saja.

Google Art Project menyajikan 100 gambar warisan sejarah Indonesia yang ada di Museum Nasional Indonesia. Di sana Anda dapat melihat benda-benda bersejarah, seperti kain tradisional, boneka wayang kulit, mahkota peninggalan kerajaan di Indonesia, topeng atau kendi keraton.

Fasilitas yang diberikan tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati gambar digital beresolusi tinggi itu dengan memperbesar atau memperkecil gambar hingga ke detail terkecil sekalipun. Anda juga akan mendapatkan informasi mengenai benda-benda bersejarah tersebut.

Pengguna akun Google dapat berpartisipasi untuk berbagi pengalaman mereka di museum virtual itu dengan membuat galeri pribadi yang menampilkan koleksi karya pilihan mereka. Mereka dapat mengirimkan tautan (link) ke galeri pribadi melalui e-mail atau media sosial.

Tak puas dengan menampilkan 100 gambar warisan Nusantara, Museum Nasional Indonesia akan terus menambahkan lagi koleksi-koleksinya ke situs tersebut. Namun untuk menjaga kelestarian gambar yang memiliki nilai sejarah itu, Google memberikan sistem keamanan agar pengunjung tidak dapat mengunduh atau mencetak sesuai kehendak mereka.

Google Art Project diharapkan akan menarik masyarakat dunia untuk mengetahui warisan budaya Indonesia, serta menumbuhkan keingintahuan masyarakat untuk mengunjungi Museum Nasional Indonesia. Semoga segera menyusul koleksi dari museum-museum lain di Indonesia. (Ditriana Rahmianti – )

http://www.google.com/culturalinstitute/project/art-project

mengunjungi museum dalam mal

Seberapa banyak orang saat ini yang tertarik melihat atau berwisata ke sebuah museum? Panas dan jauh jadi alasan utama masyarakat Indonesia tidak berminat pergi ke museum. Dan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengunjungi museum, The Museum Week digelar di Senayan City, Jakarta.

The Museum Week
“Kami dalam hal ini melihat bahwa museum pada umumnya bukan sebagai sesuatu yang menarik. Anak muda lebih cenderung ke mal daripada museum. Kita melihat wadah untuk memperkenalkan museum,” tutur Pihak Penyelenggara The Museum Week, Christy Orah dikutip dari DetikTravel.

Menurutnya, saat ini sudah ada banyak komunitas anak muda yang mulai sadar melihat budaya lewat museum. Untuk itu, bekerja sama dengan komunitas pecinta museum dan didukung Dinas Pariwisata DKI Jakarta menggelar The Museum Week.

“Ada 13 museum di Jakarta yang ditampilkan di sini, sebagian di bawah Dinas Pariwisata tingkat provinsi, sebagian di bawah Kementerian Pendidikan,” ungkap Christy.

Beberapa di antara museum yang bisa Anda lihat adalah Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Bahari, Monumen Nasional, Museum Joeang dan Museum Basuki Abdullah.

“Hanya sebagian kecil koleksi museum di sini. Siapa tahu dengan lihat yang ada di sini, mereka (pengunjung-red) mau datang langsung ke sana (museum-red),” lanjut Christy.

Penasaran ingin melihat langsung? The Museum Week diselenggarakan mulai tanggal 27 Agustus-1 September 2013 di Atrium Senayan City, Jakarta Pusat. Asyiknya lagi, pengunjung yang datang ke sini tidak dipungut biaya alias gratis. Jam bukanya pun disesuaikan dengan jam buka mal.

Sumber: DetikTravel

datang langsung

VIVAlife – Mengunjungi museum sebagai alternatif mengisi liburan? Mengapa tidak. Mengajak si kecil ke tempat-tempat seperti ini mungkin kedengarannya agak kuno, tapi Anda akan dapat memberikan banyak pengetahuan tambahan kepada mereka.

Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota, di Jakarta juga tersebar banyak museum yang patut dikunjungi. Anda tidak akan pernah bosan mempelajari sejarah dengan cara ini. Cara belajar seru dengan bahasa visual yang mudah dimengerti. Seperti tiga museum ini.

– Museum Layang-layang
Meski tampak sepele, dan hanya terlihat seperti kumpulan permainan, museum layang-layang ini sangat menarik. Anda dapat menyaksikan sekitar 500 kertas tipis yang dibentuk menarik. Tidak hanya kerangka biasa, di sini juga banyak layang-layang tiga dimensi yang menggelitik. Bentuk kumbang, ikan, bulu-bulu, kain, anyaman, dan yang lainnya.

Koleksi di sini dikelompokan dalam tiga kategori. Layang-layang tradisional, kreasi, dan olahraga. Museum ini adalah museum layang-layang ketiga di dunia setelah China dan Malaysia. Nah Anda termasuk yang beruntung karena tingga di Jakarta. Bisa mengunjungi museum ini setiap saat. Di sini, si kecil juga bisa belajar membuat layang-layang. Anda pasti juga tertarik bukan?

Lokasi: Jl. H. Kamang No.38, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Buka setiap hari, kecuali hari libur nasional
Jam operasional: 09.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp10.000

– Museum Bank Indonesia

Terletak dikawasan kota tua, museum ini menjadi gudang pengetahuan tentang seluk-beluk mata uang di Indonesia. Bangunan Belanda ini awalnya adalah sebuah rumah sakit yang dialihfungsikan menjadi sebuah bank. De Javashe Bank (DJB) pada tahun 1828. Kemudian bertransformasi lagi menjadi bank sentral Indonesia atau Bank Indonesia, dan sekarang menjadi museum.

Meski bangunannya tampak kuno, Anda akan disambut oleh pintu otomatis dan ruanganfull AC dengan kebersihan yang luar biasa. Meski untuk masuk ke museum ini Anda tidak dipungut biaya, alias gratis.

Museum ini juga termasuk hitech, dengan beberapa LCD layar sentuh yang siap memberikan penjelasan tentang sejarah museum. Ada juga proyektor khusus yang menampilkan koin-koin, jika Anda berhasil menangkapnya, Anda akan langsung mendapatkan informasi tentang koin tersebut.

Untuk tahu lebih dalam tentang proses pencetakan uang, Anda dapat memasuki ruangan teater. Jangan lupa untuk mengabadikan perjalanan ke museum ini dengan berfoto di pecahan uang kertas Rp10.000. Anda bisa mengganti gambar tokohnya dengan wajah Anda.

Lokasi: Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat
Telp: (021) 2600158 Ext 8111, 8102, 8100
Jam operasional:
* Selasa – Kamis: 08.30–14.30
* Jumat: 08.30–11.00
* Sabtu – Minggu: 09.00-6.00
* Senin & hari libur nasional: Tutup

– Museum Tekstil
Jangan mau kalah dengan para turis mancanegara yang sering mampir ke museum ini. Saatnya meluangkan waktu sembari mengisi liburan bersama si kecil. Disini Anda akan mendapati berbagai macam kain warisan budaya dari berbagai daerah. Dan bahkan dari luar negeri.

Mulai dari songket, ulos, serta tenun dari Sumba, Flores, Maluku, dan tentu batik. Jumlah yang dipamerkan sekitar 1900an. Anda akan dimanjakan dengan warna-warna dan motif kain yang menggoda untuk dimiliki.

Menariknya, Anda juga bisa belajar membatik di sini. Pengelola museum memberikan fasilitas pengajar yang akan membimbing Anda menorehkan canting di atas kain putih untuk membuat motif yang Anda suka. Meski tidak langsung terampil, tapi pengalaman ini pasti sangat mengesankan.

Lokasi: Jl. Aipda K.S Tubun No. 2–4 Jakarta Pusat.
Telp: (021) 5606613

sumber

 

Iklan

About editormyjkt

ya gitu deh

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: