Iklan

Daftar Perumahan Bebas Banjir di Jakarta

Apakah kita bisa menetukan perumahan mana saja yang bebas banjir? Apakah secara resmi ada daftar perumahan bebas banjir di Jakarta?

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugruho (2013), memperkirakan hujan deras melanda Jakarta setidaknya ada 62 titik daerah rawan banjir yaitu:

  1. Kapuk Kamal,
  2. Tegal Alur,
  3. Kapuk Muara Teluk Gong,
  4. Kapuk Kedaung,
  5. Cengkareng,
  6. Rawa Buaya,
  7. Kembangan,
  8. Green Garden,
  9. Pesing, dan
  10. Komplek IKPN Bintaro.
  11. Pondok Pinang,
  12. Cirendau,
  13. Pluit,
  14. Kerendeng Duri Utara,
  15. Tomang Rawa Kepa,
  16. Jati Pulo,
  17. Jati Pinggir,
  18. Teluk Betung;
  19. Kebon Kacang;
  20. Bundaran Hotel Indonesia,
  21. Pejompongan,
  22. Kebalen Mampang Prapatan,
  23. Petogogan,
  24. Pondok Karya,
  25. Darma Jaya,
  26. Pulo Raya,
  27. Setia Budi Barat,
  28. Pinangsia,
  29. Mangga Besar,
  30. Mangga Dua,
  31. Karang Anyar,
  32. Pademangan Barat,
  33. Pademangan Timur,
  34. Kali Pasar Kwitang, dan
  35. Matraman Dalam. 

Menurut Sutopo, dimensi dan masalah banjir di Jakarta terus meningkat. Selain faktor alam, faktor antropogenik berperan menyebabkan banjir. Pada periode sebelum 1970-an faktor alam penyebab dominan.

Sesudah itu, penyebab banjir menjadi lebih komplek. Kombinasi alam dan antropogenik menjadi penyebab banjir. Jakarta tak akan bebas banjir secara mutlak. Berbagai upaya penanganan selalu kalah cepat dibanding dengan faktor penyebab.

Saat ini, kemampuan sungai yang ada hanya mampu mengalirkan banjir sekitar 20-80 persen dari banjir. Kali Ciliwung hilir, Angke, Pesanggrahan dan Krukut hanya mampu mengalirkan kurang dari 30 persen banjir yang ada. Tidak heran jika selalu banjir.

Upaya struktur pengendalian banjir hingga 2014 pun ternyata tidak akan menuntaskan titik banjir yang ada. Total ada 78 titik banjir di DKI Jakarta.

Pembangunan Kanal Banjir Timur mampu mengurangi 15 titik banjir. “Setelah pembangunan kanal Banjir Timur dibangun, sekarang tersisa 62 titik banjir di Jakarta,” 

 

Tempo, Selasa, 15 Januari 2013.

Sutopo berharap jika dilakukan normalisasi sungai di Kanal Banjir Barat akan mengurangi 6 titik banjir. Jika proyek normalisasi sungai Pesanggrahaan, Angke, dan Sunter pada 2011-2014 dengan dana Rp 2,3 triliun hanya mengurangi 10 titik. 

Demikian pula proyek pengerukan sungai Jakarta Emergency Dredging Initiative di Cengkareng Drain, Kali Sunter, Cideng, Angke, dan lainnya pada 2013-2014 rampung akan mengurangi 20 titik banjir. Masih ada 27 titik yang belum dibebaskan. Ini pun jika tidak ada penambahan titik banjir baru. 

Kenyataannya, dia menambahkan, banjir yang terjadi di jalan protokol Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto, dan lainnya bukan termasuk dalam 78 titik banjir yang ada. Artinya, ada penambahan titik banjir baru.

Iklan

About editormyjkt

ya gitu deh

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: