Iklan

Perbincangan Kota

Iklan

4 Tanggapan to “Perbincangan Kota”

  1. Agama itu seperti titit. Adalah bagus jika orang punya. Kalau tidak punya juga tidak apa-apa.
    Titit adalah hal yang sangat pribadi. Tidak baik dipamerkan di muka umum.
    Juga tidak lucu jika ada yang mengatakan: “Ijinkanlah saya memperlihatkan kepada anda kebenaran mengenai titit saya”.
    Lebih tidak lucu lagi jika orang itu menjejalkan tititnya ke mulut anak-anak.

  2. Perbedaan “banjir” dan “genangan” terletak pada kelas sosial korban penderita. Banjir pada umumnya melanda orang-orang miskin yang tinggal di bantaran kali atau daerah kumuh lainnya. Orang kaya yang tinggal di daerah elit atau apartemen biasanya tidak terkena banjir. Sedangkan genangan melanda pengguna kendaraan bermotor, terutama kendaraan roda empat dengan “ground clearance” rendah seperti sedan.
    Foke agak sewot ketika pengguna jalan raya mengeluh “banjir”, padahal itu hanya “genangan” menurutnya. Dalam benak Foke, ini pasti orang-orang gak tahu malu yang pura-pura melarat.

  3. Dian Sastro: “Haruskah aku pergi ke gunung, lari ke pantai?”
    Marzuki Ali: “Pindah saja ke daratan!”
    Rahayat: “Mbahmu kiper! Ke gunung, gununge mblodhos, ke pantai kena tsunami, di kampung kelelep lumpur, di kota kebanjiran!”
    Anggota DPR: “Kami akan tetap melakukan studi banding ke luar negeri!”

  4. Apakah ada lowongan pekerjaan untuk guru olahraga dan pelatih di sekolah baik tu SMP /SMA?
    Kalau ada bisa kirim email ke : lidyaastuti391@gma il.com
    Atau hubungi ke no : 081277806404, lidya astuti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: